managerial motivation gradual scientist

SHILATUN, SHOLATUN, SHOLAWATUN

 

 

 

 


 

a.      SHILATUN

Dalam ilmu komunikasi, pada saat terjadinya komunikasi, faktor penting yang harus disadari agar komunikasi bisa “nyambung” adalah :

  • Sadar siapa diri
  • Sadar dgn siapa berkomunikasi
  • Sadar maksud dan tujuan komunikasi

Kemampuan komunikasi secara psikis/bathiniah dengan Sang Khalik ini pada fitrahnya dimiliki oleh semua manusia sebagai bekal untuk menghadapi tantangan dalam menjalani kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

Allah Ta’ala berfirman, ’Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, separonya untuk-Ku dan separonya untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.‘ Apabila hamba mengucapkan, ’Alhamdulillahi Rabbil’aalamiin’, Allah berfirman, ’Hamba-Ku telah memuji-Ku.‘ Dan apabila hamba mengucapkan,’Ar-Rohmaanir Rahiim’, Allah berfirman,’Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.’ Dan apabila hamba-Ku mengucapkan,’maaliki yaumi-diin’, Allah berfirman,’Hamba-Ku telah memuliakan Aku.’ Dan apabila ham-Ku mengucapkan,’iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iin,’ Allah berfirman,’Ini adalah antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.’ Maka apabila hamba itu mengucapkan,’ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraathal ladziina an’amta alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin’, Allah berfirman,’ Ini adalah untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta .”(SHAHIH MUSLIM)

 

n       Rabbighfirlii – ampunillah aku

n       Warhamnii – sayangilah aku

n       Wajburnii– cukupilah kekuranganku

n       Warfa’nii – tinggikanlah derajatku

n      

6

Warjuqnii – berilah aku rezeqi

n       Wahdinii – tunjukilah aku

n       Wa ‘aafinii – sehatkanlah aku

n       Wa’fu’annii – maafkanlah aku

 

 

 

 

“Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sholat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy Syu’araa’ 217-219)

 

a.      Sholawatun

 

 

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

(AL AHZAB, 33 : 56)

MENGENAL POTENSI ASET MANUSIA

 

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna, sehingga dijadikan sebagai kholifah.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”(At Tiin: 4)

Manusia dengan kesempurnaannya dibekali komponen “menu” yang lengkap. Empat anugerah terbesar yang tidak dimiliki oleh makhluk lain adalah:

a.      Pikiran/Otak

FILTER RAS

Otak Bawah Sadar

Otak sadar

Kebiasaan

Emosi

Memori

Jangka Panjang

Kepribadian

Intuisi

Kreatifitas

Persepsi

Belive & Value

Identifikasi informasi yang masuk

Membandingkan

Menganalisis

Memutuskan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Otak / pikiran merupakan asset utama dan terbesar, ibarat computer otak adalah hardware sedang pikiran merupakan software.

 

b.      Kesadaran

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,…”(An-Nisa’: 43)

Kesadaran manusia merupakan kondisi atas gerakan yang menyatu terdengar, terdeteksi, selaras dan seimbang dalam medan energi manusia. Atau dengan kata lain kesadaran adalah terbentuknya proses optimalnya potensi dalam diri manusia.

Sehingga kesadaran berdimensi kesadaran diri (ego), kesadaran kelompok (social), kesadaran illahiyah (berspiritual).

Kesadaran tertinggi disaat manusia mencapai kesadaran berspiritual.

Untuk mencapai kesadaran tertinggi, Islam menggunakan konsep shalat.

9

Karena shalat merupakan terapi psikis bagi manusia (meditasi tertinggi dalam Islam) yang akan membawa jiwa pada ketundukan pada Sang Pencipta dan memberi kekuatan dalam menghadapi problema hidup.

Mengapa kesadaran tertinggi dengan shalat?

Ketika seseorang mendekati kesadaran illahiyah pada hakekatnya manusia tersebut timbul keyakinan bahwa dirinya tak terpisahkan dari Tuhan, sehingga membangkitkan sifat-sifata ketuhanan di dalam dirinya dan menjadi spirit murni. Seseorang senantiasa terhubung dan berada dalam kesadaran dengan alam semesta ciptaan-Nya, maka kata-kata yang muncul bukan lagi “beri aku, beri aku, beri aku”, tapi bagaimana caraku bisa memberi. Sehingga Tuhan pun melalui alam semesta akan bergema bagaimana caraku bisa memberi kepadamu.

Dalam kondisi kesadaran kesatuan tertinggi itulah anda tidak lagi melihat keadaan hidup anda sebagai masalah.

Masalah tak mungkin ada dalam hidup kita ketika kita melihat hidup dengan getaran kesadaran spiritual.

 

 

 

 

 

 

 

 

Wed, 13 Jan 2010 @07:17


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+0+6

Artikel Terbaru
Arsip
TERJEMAHKAN

Website Translation

clock
BUKU TAMU


Pengunjung
BELAJAR BERBAGI

 

Copyright © 2010 Eden Team Konsultasi : Kang Wawan · All Rights Reserved
Proudly Powered by sitekno